Saya memaknai penonton sebagai sebagai konsumen dunia seni rupa. Konsumen di sini tidak selalu berarti kolektor karya seni rupa, tapi mereka yang mempergunakan atau yang menggunakan daya aksesnya—secara aktif maupun pasif—terhadap segala sisi dunia seni rupa, terutama galeri/ruang pamer.
Selama ini keadaan mengenai dunia seni rupa di Indonesia diwakili oleh tulisan-tulisan kritik seni di media-media massa—terutama yang menyediakan rubrik/halaman khusus seni. Dan tentu model tulisan yang ada di sana adalah tulisan-tulisan yang serius, dibuat oleh para kritikus/teorisi/pemerhati seni rupa, berisi analisa-analisa tertentu atas fenomena seni rupa terkini. Tulisan ini dibuat untuk mendengar ucapan-ucapan, pendapat, komentar dari sisi penonton mengenai acara seni rupa yang dihadirinya, yang mungkin tidak pernah mendapat tempat dalam tulisan-tulisan seni rupa di media massa.