4 September 2010 05:41:12 AM | 215 total visits.

Website di depan Anda ini adalah bagian dari upaya untuk melanjutkan dan mengembangkan kajian teater dan/atau seni pertunjukan yang sebelumnya telah dilakukan oleh media cetak “Lèbur – Performance.Theater.Arts” sejak tahun 2003. Perubahan format Lèbur, dari cetak ke on-line, merupakan upaya memperluas akses atas (hasil) kajian tersebut.

Dalam mengawali langkah kecil ini, Lèbur Online membagi kerjanya dalam beberapa konsentrasi. Klik Issue untuk menemukan tema-tema dasar kajian Lèbur. Kami telah menempatkan ulang tulisan-tulisan yang pernah dimuat dalam edisi Lèbur cetak ke dalam kerangka tematik dasar yang saling terhubungkan. Klik Review untuk menemukan dokumen kerja-kerja teater di Indonesia, baik dari perspektif pelaku maupun penonton. Klik Portal untuk menemukan koleksi berita-berita teater dan seni pertunjukan di Indonesia. Kritik dan saran silakan kirim ke info@lebur.or.id. Untuk diskusi yang lebih luas kami mengundang anda untuk bergabung dalam forum diskusi Lèbur di diskusilebur@yahoogroups.com. Selamat berselancar!

Latest News

Archives

Links

Diterbitkan oleh

Didukung oleh

Headline

Latest Review

The Destiny of Dewi Sri; Pertemuan Dewi Padi dan Peri Kaleng

Belum tepat jam delapan malam, tapi penonton telah berdatangan dan mengambil tempat mengelilingi desa ciptaan itu. Sebuah makam cina berdiam di sesela mereka—sebuah alasan kenapa teater terbuka ini acap disebut Teater Bong. Yang datang bukan hanya peminat seni pertunjukan pada umumnya, tetapi juga warga kampung sekitar Taman Budaya Surakarta, juga warga kampung beberapa person yang terlibat seperti warga Bonoroto yang sebagian warganya terlibat dalam pertunjukan, juga hadir memenuhi undakan-undakan batu yang mengelilingi arena.

Latest English Section

Theoritical Exploration: Written Body, Writing On the Body In Dance Studies

There are some interesting utterances expressed by Indonesian dancers and choreographers regarding to the concept of dancing body, which implicitly revealed the relation between the concept of body and cultural identity.

When I helped to edit the articles in the program book for Calon Arang performance, a collaboration between Retno Maruti and Bulantrisna Jelantik, Bulantrisna advised me not to forget to mention Biang Sengog as her teacher.

Latest Issue

Jelajah Teoretis: Tubuh Tertulis, Menulis Tentang Tubuh dalam Kajian Tari

Ada ucapan menarik dari beberapa penari dan koreografer Indonesia tentang konsepsi tubuh yang menari (dancing body) yang secara tidak langsung mengungkapkan kaitan konsepsi tubuh dengan identitas kultural.
Ketika saya membantu mengedit tulisan di buku program pementasan Calon Arang, kolaborasi antara Retno Maruti dan Bulantrisna Jelantik, Bulantrisna berpesan agar saya jangan lupa menyebut Biang Sengog sebagai guru beliau.

Latest Portal